Kamis, 06 Desember 2012

Konservasi Panjat Pinang (Sebagai Budaya dan Filosofi Bangsa Indonesia)

Oleh : Gunardi Lumbantoruan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Merdeka ! Kata pertama yang terucap ketika sudah jatuh tempo 17 Agustus. Masih sangat teringat dihati penulis bagaimana meriahnya suasana setiap tanggal itu. Dalam sekejab seluruh Bangsa Indonesia seakan terbakar semangat kemerdekaan, untuk mengenang sejarah kelam penjajahan dan perjuangan para pahlawan untuk mencapai kemerdekaan. Kata merdeka terucap dari setiap mulut, tanpa kenal usia dan status. Semua seakan menjadi senasip sepenanggungan, melayang mengikuti irama kebebasan dari penjajah. Intinya seluruh jiwa Bangsa Indonesia seakan dipanggil untuk bersatu padu berkumpul dalam senandung perayaan hari kemerdekaan Bangsa Indonesia setiap tanggal 17 Agustus.
Banyak hal yang dilakukan untuk menambah meriahnya pesta kemerdekaan Bangsa ini. Bukan tanpa alasan sebab inilah moment paling bersejarah dari Bangsa Indonesia. Selain dari pada acara seremonial untuk menambah riuhnya perayaan banyak jenis lomba yang diperlombakan pada saat itu, misalnya saja lomba makan krupuk, balap karung, lomba balap klereng dengan sendok, masukkan paku kebotol hanya dengan seutas tali dan banyak lagi, tapi salah satu yang paling berkesan dan menjadi andalan adalah lomba panjat pinang.
           

Minggu, 14 Oktober 2012

Model Finansial Arsenal

By : Benhan Gooners
Sebelum era Roman Abramovich di Chelsea, klub-klub di Premier League hanya punya satu model finansial, yaitu model Arsenal. Model ini adalah menjalankan klub dengan tujuan tidak bangkrut, bisa exist untuk jangka panjang, dengan cara mendapatkan profit atau setidaknya break-even setiap tahunnya dan terus mengembangkan pendapatan. Prestasi di liga menjadi jaminan agar finansial klub bisa terus berkembang bukan sebaliknya: menjalankan klub dengan tujuan dapat trofi di liga tapi finansial klub merah dan klub terancam bangkrut. Model finansial Arsenal mengharuskan klub hidup mandiri artinya pendapatan klub digunakan untuk pengeluaran klub. Tidak ada sumber pengeluaran lain selain dari pendapatan dan utang. Utang klub dikelola dengan baik, setiap tahun cicilan utang harus bisa dibayar. Demikianlah model finansial Arsenal, MU dan klub-klub bola lainnya yang tidak berbeda dengan sebuah perusahaan yang sehat.
Yang menjadi anomali adalah Chelsea dan Manchester City karena kedua klub ini mengadopsi model finansial yang berbeda. Setiap tahun kedua klub ini merugi, karena membeli pemain dengan harga mahal dan gaji tinggi demi prestasi. Kerugian klub ditutup dengan uang pribadi pemiliknya. Kedua klub ini dibiayai oleh milyuner yang tidak sayang uangnya dibuang setiap tahunnya, demi trofi dan gengsi. Milyuner yang “dermawan” ini kita sebut Sugar Daddy, sebutan slang untuk om-om yang memberikan permen gratis ke anak muda dengan imbalan kepuasan seksual. Analogi Sugar Daddy ini cukup akurat mengingat Roman Abramovich telah memberikan Chelsea “trofi gratis”, dan imbalannya ia mendapatkan kenikmatan yang mungkin setara dengan kepuasan seksual. Maka tak heran kalau Roman gemar masuk kamar ganti pemain Chelsea, mengintervensi pekerjaan Manajer, dan ikut menentukan pemain mana yang harus dibelinya.

Rabu, 04 Juli 2012

MENELAAH ISU MAKAR TERHADAP PEMERINTAH AKIBAT KENAIKAN HARGA BBM 2012 DARI KACAMATA HUKUM PIDANA

Oleh : Rizky Indra Adi Prasetyo
I.  Pendahuluan
      Rencana kenaikan harga BBM tahun 2012 oleh pemerintah akan berdampak besar bagi masyarakat, mulai dari naiknya harga-harga kebutuhan pokok hingga munculnya aksi-aksi masa menentang kebijakan tidak populer ini. Sebagian masyarakat menentang kebijakan tersebut karena dianggap akan menyengsarakan rakyat dan juga bertentangan dengan hukum, dimana melanggar UU No. 22/2011 tentang APBN 2012, dan Perpres No. 15/2012 tentang harga jual eceran BBM tertentu. Namun dari aksi-aksi masa tersebut pemerintah menuding ada segelintir orang yang memanfaatkan isu kenaikan harga BBM untuk melakukan makar[1]. Terlepas dari benar tidaknya keberadaan

Kamis, 28 Juni 2012

Dasar Pengaturan Prinsip Persamaan Kedaulatan dan Hak Veto dalam Pengambilan Keputusan di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa


Oleh : Setyo Widagdo
Direview oleh :: Gunardi Lumbantoruan

Latar Belakang Masalah
Perserikatan Bangsa-bangsa yang meletakkan kerangka konstitusionalnya melalui instrumen pokok berupa Piagam PBB dengan tekad seluruh anggotanya untuk menghindari terulangnya ancaman perang dunia, saat ini berkembang menjadi organisasi internasional terbesar di dunia. Sebagai organisasi internasional yang bersifat universal, PBB diharapkan mampu memelihara perdamaian dan keamanan internasional.

Rabu, 27 Juni 2012

KEBIJAKAN PASAR KERJA FLEKSIBEL DI INDONESIA

Oleh : Gunardi Lumbantoruan
Kebijakan pasar kerja fleksibel merupakan langkah pemerintah dalam memanjakan para pengusaha dengan menjamin politik upah murah dan aturan yang longgar dalam dunia perburuhan demi memastikan keberlangsungan sektor ekonomi makro namun memarginalkan hak-hak buruh. Representasi dari kebijakan ini dapat dilihat dalam pelaksanaan Undang-undang No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang tidak konsisten. Dalam pelaksanaan Undang-undang tersebut dapat kita lihat beberapa kebijakan pemerintah yang selama ini disebut-sebut sebagai kebijakan pasar kerja fleksibel. Kebijakan tersebut adalah ketentuan mengenai upah minimum, ketentuan mengenai PHK, dan ketentuan mengenai hubungan kerja.